ALLAH SUMBER HIKMAT

Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan,

Dialah yang mempunyai

pertimbangan dan pengertian.

(Ayb. 12:13)

Ada sebuah iklan yang menampilkan slogan, “Belum tua belum boleh bicara.” Ungkapan ini hendak menyampaikan bahwa berusia tua identik dengan berpengalaman. Semakin tua seseorang dianggap semakin berhikmat. Sebaliknya semakin muda seseorang diasumsikan belum berpengalaman, banyak melakukan kesalahan. Jadi, usia seseorang diidentikkan dengan pengalaman dan hikmat. Apakah benar demikian? Sepertinya tidak demikian adanya. Namun pendapat demikian adalah pendapat umum. Akibatnya orang muda kurang diberi kepercayaan sehingga kurang dipercaya. Hanya orang tua yang dapat dipercaya. Lalu apakah kematangan pengalaman dan hikmat itu tergantung dan bersumber hanya pada umur dan pengalaman?

Hal serupa juga pernah muncul dalam kitab Ayub. Ayub 12:12 mengatakan, “konon hikmat ada pada orang yang tua dan pengertian pada orang yang lanjut usia.” Kata konon menunjukkan pada saat itu pun anggapan umum di atas juga hadir. Usia dianggap penentu hikmat dan kepintaran. Ayub kemudian menambahkan bahwa sumber hikmat itu datangnya dari Tuhan. Tuhan sebagai sumber pengertian. Hikmat Tuhan adalah pengertian. Dari Tuhanlah Ayub mengakui kekuasaan Tuhan. Ketika manusia takut kepada Tuhan, maka Tuhan akan melimpahkan hikmat-Nya kepada manusia.

Youth, jika kita kekurangan hikmat kita dapat meminta hikmat kepada Tuhan. Hikmat bukan semata dari pengalaman dan hasil pembelajaran melainkan dari Tuhan sebagai sumber hikmat. Kepintaran dan kepandaian manusia bersifat terbatas, namun hikmat Tuhan melampaui batas yang ada.

Apa artinya konon menurut Ayub?
Apakah artinya hikmat Tuhan?

Pokok Doa: Dengan rendah hati memohon hikmat.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/17/