DATANG KEPADA TUHAN

TUHAN, siapa yang boleh menumpang

dalam kemah-Mu?

Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?

(Mzm. 15:1)

Ada kalanya kita merasa tidak layak bertemu dengan Tuhan ketika kita berdoa. Perasaan tersebut bisa muncul ketika kita dipenuhi oleh amarah, kebencian, kejahatan, dan dosa. Perasaan tidak layak, sering muncul ketika kita menaikkan doa pengakuan dosa dengan kesungguhan. Dalam keadaan demikian, kita bertanya mungkinkah ada orang yang bebas dari dosa? Lalu orang seperti apa yang boleh datang ke hadirat Tuhan?

Pemazmur menyampaikan sebuah pertanyaan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Pemazmur kemudian memberikan jawaban yaitu orang yang tidak bercela, yang adil, mengatakan kebenaran, tidak menyebarkan fitnah, tidak berbuat jahat, tidak menampakkan cela, tidak memandang hina yang tersingkir. Selanjutnya pemazmur memberikan contoh lagi yaitu orang yang memuliakan Tuhan, berpegang pada sumpah, dan yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba. Pemazmur mengajak agar orang-orang hidup seturut kehendak Tuhan. Orang yang telah berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Youth, kita dituntut untuk hidup berkenan kepada Tuhan; menjaga kekudusan dengan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Tidak melakukan kejahatan, melainkan melakukan kebenaran dan keadilan. Ketika kita tidak berbuat jahat kepada sesama, maka kita sedang berusaha mengikuti teladan yang diberikan pemazmur. Marilah kita hidup dalam keadilan dan kebenaran. Dengan hidup benar, maka kita telah hidup dengan menjaga kekudusan di hadapan Tuhan.

Mengapa pemazmur menekankan hidup kudus?
Bagaimana agar kita dapat menjaga hidup kudus?

Pokok Doa: Menjaga hidup kudus.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/30/