HIDUP ADALAH PILIHAN

… pilihlah pada hari ini

kepada siapa kamu akan beribadah ….

(Yos. 24:15)

Ada seorang pemuda bercerita, “mencari jodoh yang satu iman kok sulit yah. Di tempat kerja ada banyak lawan jenis yang berbeda iman. Boleh tidak ya menikah dengan yang beda iman?” Ini salah satu contoh ungkapan yang sering dipertanyakan oleh pemuda. Memilih untuk menikah dengan yang seiman atau tidak seiman itu sebuah pilihan hidup. Setiap pilihan punya konsekuensinya sendiri.

Dalam kitab Yosua, Yosua pernah menyampaikan sebuah pilihan kepada bangsa Israel, mengenai pilihan untuk hidup, untuk beribadah, bahwa dalam hal beribadah ada pilihan-pilihan. Pilihan apa saja yang tersedia? Beribadah kepada allah bangsa lain, allah bangsa di seberang sungai Efrat, allah orang Mesir atau allah orang Kanaan, atau beribadah kepada TUHAN. Di antara pilihan-pilihan tersebut, Yosua mengungkapkan pilihannya, yang dinyatakan di ayat 15, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Pilihan Yosua tersebut diikuti oleh seluruh bangsa Israel. Akan tetapi, pilihan itu bukanlah pilihan tanpa konsekuensi. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Yosua juga menyampaikan bahwa ketika beribadah kepada TUHAN, maka konsekuensinya beribadahlah dengan segenap hati dan takutlah akan Dia.

Youth, ketika hendak memilih kita punya kehendak bebas dan kesadaran bahwa kita memilih dalam kebebasan. Demikian juga dengan iman. Kita bebas memilih mau memeluk iman apa. Sebuah pilihan yang tentu harus digumuli dan disadari konsekuensinya.

Mengapa Yosua memilih beribadah kepada TUHAN?
Apakah memilih itu adalah sebuah kehendak bebas?

Pokok Doa: Bijak dalam menentukan pilihan.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/26/