KERJA SAMA DALAM PELAYANAN

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,

yang rapi tersusun dan diikat

menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya,

sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota ….

(Ef. 4:16)

Setiap orang yang dapat bekerja secara sendiri-sendiri belum tentu dapat bekerja sama dengan baik. Seseorang dapat bekerja bersama, namun belum tentu bekerja sama. Hal tersebut terjadi bukan hanya dalam dunia pekerjaan, namun dapat juga terjadi dalam pelayanan di gereja. Baik dalam pekerjaan di tempat kerja atau dalam pelayanan di gereja dibutuhkan kerja sama.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus pernah menyampaikan bahwa ada peran-peran tertentu dalam jemaat: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Kristuslah yang memilih sejumlah orang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Peran tersebut bertujuan untuk memperlengkapi pekerjaan pelayanan untuk pembangunan tubuh Kristus. Dengan semua anggota bekerja sama, melaksanakan tugasnya masing-masing, mereka membangun diri dalam kasih. Paulus menekankan pentingnya kesatuan dalam jemaat dan dalam pelayanan. Paulus juga menyampaikan mengenai pentingnya untuk selalu rendah hati, lemah lembut, sabar, dan saling membantu.

Youth, kalau kita memiliki kemampuan atau kompetensi khusus hendaknya kemampuan itu digunakan untuk menopang pekerjaan dan pelayanan yang orang lain lakukan. Kemampuan dan keterampilan yang kita miliki itu asalnya dari Tuhan. Oleh karena itu, hendaknya kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan, baik dalam dunia pekerjaan, masyarakat, maupun dalam pelayanan di gereja.

Mengapa Paulus mengingatkan hidup yang berpadanan dengan panggilan?
Bagaimana kita menjalankan panggilan hidup?

Pokok Doa: Bekerja sebagai panggilan.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/05/