KESEDIAAN UNTUK BELAJAR

https://www.ykb-wasiat.org/wp-content/uploads/2017/07/Belajar-walau-gelap-300×200.jpg

“… buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup,

dan ikutilah jalan pengertian.”

(Ams. 9:6)

Kesediaan orang untuk belajar adalah hal yang berharga. Ada kalanya kita enggan untuk belajar sesuatu dikarenakan merasa diri sudah pintar. Kesediaan untuk belajar memiliki tantangan tersendiri. Kesediaan untuk belajar sesuatu adalah kesediaan untuk membuka diri dan mau dengan rendah hati mengakui akan keterbatasan diri sendiri.

Hikmat atau firman Tuhan dibutuhkan untuk membangun orang muda dan juga keluarga. Hikmat atau firman Tuhan berfungsi sebagai panggilan ilahi terhadap orang muda yang tak berpengalaman dan tak berakal budi. Hikmat yang dipersonifikasi mengundang orang muda untuk mengikuti perjamuan makan yang telah dipersiapkannya di tempat kediamannya. Orang muda dipanggil untuk menerima pengajaran hikmat sebagai makanan ilahi. Hikmat atau “firman Tuhan” akan menjadi hadiah bagi orang yang mau menerima dan menaati panggilan itu. Orang yang menerima dan menaatinya dengan sungguh akan meninggalkan kehidupan yang tak berpengalaman dan tak berakal budi. Orang yang menerima hikmat akan memiliki hidup yang bermakna dan berkelimpahan baik secara jasmani dan rohani.

Youth, kita membutuhkan hikmat baik dalam pekerjaan, pergaulan, pelayanan di gereja, atau dalam studi. Hikmat membimbing kita kepada kehidupan. Dengan hikmat kita menjadi bijak. Orang yang membuka diri untuk belajar akan mendapatkan banyak hal yang akan memperkaya dirinya dalam memaknai hidupnya. Sebaliknya orang yang enggan belajar, adalah orang yang mengabaikan banyak hal yang dapat memperkaya dirinya.

Apa artinya perempuan yang berseru-seru itu?
Bagaimana kita dapat memiliki hikmat?

Pokok Doa: Hidup yang berhikmat.

Sumber :https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/19/