MELIHAT DARI SUDUT PANDANG ALLAH

“… sebab untuk memelihara kehidupanlah

Allah menyuruh aku mendahului kamu.”

(Kej. 45:5)

Dalam hidup ada banyak pilihan. Baik pilihan mau makan apa sampai kepada pilihan akan sikap hidup. Setiap pilihan yang dibuat dapat dipilih dengan penuh kesadaran atau tanpa pikir panjang. Setiap orang membuat pilihan biasanya memilih apa yang baik dan apa yang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Adalah sebuah hal yang tidak biasa ketika orang memilih sebuah pilihan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Ketika orang disakiti, orang bisa memilih untuk membalas kejahatan dengan kejahatan.

Pada suatu ketika Yusuf telah menjadi penguasa di Mesir. Yusuf pindah ke Mesir bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi karena proses panjang yang bermula dari kejahatan saudara-saudaranya. Ketika kelaparan terjadi di banyak tempat, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk mendapatkan bahan makanan. Ketika Yusuf bertemu dengan mereka, ia bisa saja memandang pertemuan ini sebagai kesempatan untuk membalas dendam. Akan tetapi, Yusuf tidak berbuat demikian. Yusuf memilih untuk berbuat baik, ketimbang membalas dendam, Yusuf melihat secara berbeda segala pengalaman yang dialaminya. Yusuf mencoba melihat dari cara pandang Tuhan yang bekerja dalam dirinya.

Youth, setiap kita punya pilihan. Kita punya pilihan untuk memilih membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas dengan kebaikan. Bisa memilih untuk mengampuni atau mendendam. Setiap pilihan yang dibuat untuk menghadirkan kebaikan bagi orang lain, tentu tidaklah mudah, tetapi itu dapat menjadikan hati kita lebih damai sejahtera.

Mengapa Yusuf tidak membalas dendam?
Bagaimana mengasihi orang yang telah menyakiti kita?

Pokok Doa: Mendoakan orang yang menyakiti hati kita.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/21/