PUTUS ASA

“Cukuplah itu!

Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku ….”

(1Raj. 19:4)

Apakah Anda pernah putus asa? Setiap orang pernah putus asa. Orang yang putus asa tentu banyak mengalami pergumulan. Pergumulan yang dihadapi dapat membuat dirinya berpikir untuk mengakhiri hidup. Bahkan ada orang-orang dalam keputusasaannya sampai bunuh diri. Ada yang menjatuhkan diri dari apartemen. Ada yang menenggak racun. Ada yang gantung diri. Memang menyedihkan orang yang sedang dalam keadaan putus asa.

Elia pernah putus asa ketika ia mendapat ancaman dari ratu Izebel. Pada satu sisi Elia takut akan ancaman kematian dari ratu Izebel. Akan tetapi pada sisi lainnya Elia dalam keputusasaannya meminta mati. Apakah itu terjadi? Tidak. Tiba-tiba ada seorang malaikat yang datang membangunkan dan menyediakan makanan bagi Elia. Malaikat Tuhan bahkan datang untuk kedua kalinya dengan mengatakan, “bangunlah, makanlah.” Ayat-ayat itu hendak mengatakan bahwa Tuhan peduli kepada Elia. Tuhan tidak meninggalkan Elia menghadapi segala pergumulannya sendirian. Tuhan seakan mengingatkan agar Elia kembali mengandalkan pemeliharaan Tuhan. Elia ingin mati karena ia lebih melihat ancaman dibanding merasakan pemeliharaan Tuhan dan kekuatan Tuhan.

Youth, jangan menyerah! Walau pergumulan hidup begitu berat, kita diingatkan untuk mengandalkan kekuatan dan pertolongan Tuhan. Jika kita menghadapi pergumulan hidup dengan kekuatan sendiri, kita tidak akan sanggup. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sendiri dalam menghadapi pergumulan hidup ini. Tuhan peduli akan kehidupan kita.

Mengapa Elia meminta mati?
Bagaimana sikap kita ketika putus asa?

Pokok Doa: Pemuda tetap berjuang ketika putus asa.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/08/12/