AGAMA DAN KEPENTINGAN

“Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?”

(Yoh. 18:29)

Manusia adalah makhluk yang tidak bisa dilepaskan dari ke­pentingan. Ketika kepentingannya bersinggungan dengan orang lain, ia bisa saja membuat rencana untuk menyingkir­kan orang lain itu. Berbagai tuduhan dan isu-isu yang tidak benar, bahkan isu agama pun bisa digunakan untuk men­jatuhkan orang yang tidak disukai.

“Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?” (Yoh. 18:29), demikian pertanyaan Pilatus kepada orang-orang Yahudi yang menyerahkan Yesus kepadanya. Pilatus mengetahui bahwa sebenarnya orang-orang itu menyerahkan Yesus le-bih karena alasan kepentingan yang dibungkus oleh agama, sehingga Pilatus mengatakan: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu” (Yoh. 18:31). Namun, tam­paknya mereka tidak ingin menggunakan tangan mereka sendiri untuk membunuh Yesus, melainkan melalui tangan Romawi dengan alasan hukum agama mereka tidak mem­perbolehkan membunuh seseorang pada hari raya Paskah Yahudi. Ritual agama begitu mereka junjung tinggi, tetapi perlakuan terhadap Yesus sungguh jauh dari nilai-nilai agama yang mengajarkan kebaikan dan cinta kasih kepada sesama.

Agama pada dasarnya baik, namun kerap terjadi bahwa agama disalahgunakan demi memuluskan kepentingan pribadi maupun golongan, apalagi ketika bersinggungan dengan orang-orang yang tidak disukainya.

REFLEKSI:

Agama yang dilepaskan dari hati nurani dan spiritualitas

bisa berubah menjadi hukum yang mematikan.

Mzm. 15; Kel. 34:8-28; Yoh. 18:28-32

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/wasiat/