Tanggalkan Kasutmu

Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat:

tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat,

di mana engkau berdiri itu adalah tanah yang kudus.”

(Keluaran 3:5)

Jika kamu mendengar ucapan orang: “Bukankah Tuhan selalu hadir di dunia ini?” Kamu mungkin akan bereaksi sinis atau menolaknya: “Kalau Tuhan ada, mengapa semua kacau-balau? Mengapa ada ketidakadilan? Mengapa banyak bencana dan tragedi? Mengapa hidupku juga berantakan?” Atau mungkin kamu berkata, “Jika Tuhan selalu hadir, bukankah seharusnya aku selalu mengalami keberhasilan dalam hidup?” Kami memahami kegelisahan kamu. Namun coba renungkan baik-baik kisah ini.

Musa dikejutkan setidaknya oleh dua hal: melihat semak berapi yang tak terbakar, dan suara Tuhan yang menyadarkannya bahwa tempat yang diinjaknya adalah tempat kudus. Terhadap hal pertama, Musa menjadi penasaran dan hendak memeriksa, apakah yang dilihat matanya sudah benar. Namun terhadap hal yang kedua, Musa tersadarkan bahwa Tuhan ada di tempat itu dan Tuhan menghendaki sikap tertentu darinya dalam rangka menghormati lokasi yang amat spesial itu dengan menanggalkan kasut. Tuhan memerintahkan Musa untuk menanggalkan kasut agar Musa menyadari kesucian tempat dan waktu dalam perjumpaan dengan Tuhan. Jadi, yang membuat suci adalah Tuhan sendiri yang hadir di sana dan bukan tempat atau waktu tertentu. Ingatlah bahwa di mana pun Tuhan hadir, maka tempat dan waktu itu menjadi suci! Pada momen itu, Tuhan me­nyapa Musa untuk menyadarkan dia bahwa Tuhan hadir di tempat dan waktu yang tak terduga, yakni di waktu dan tempat biasa: tempat ia bekerja sesehari menggembalakan kambing domba.

Tuhan bisa hadir dan mengejutkanmu dengan kehadiran-Nya. Jika kamu merasakan kehadiran Tuhan itu, maka tempat dan waktumu menjadi sesuatu yang kudus. Terhadap hal itu, hatimu akan diliputi pertanyaan, kegentaran dan sekaligus rasa terpesona tiada terkira. Aha!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/teens-for-christ/