MEMAKNAI PENDERITAAN

Sebab adalah kasih karunia,

jika seorang karena sadar akan kehendak Allah

menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

(1Ptr. 2:19)

Kerap orang memahami kasih karunia Tuhan dalam wujud yang baik-baik seperti kekayaan, kesehatan, umur panjang, kesuksesan, dan sebagainya. Jarang atau mungkin tidak per­nah terpikirkan bahwa penderitaan yang dialami pun dapat merupakan kasih karunia Tuhan. Tentunya, bukan sembarang menderita, melainkan menderita karena kehendak Allah.

Yesus, Anak Allah, perjalanan hidup-Nya sangat dekat dengan penderitaan. Suatu penderitaan yang tidak dibuat-buat atau dicari-cari, melainkan penderitaan yang dijalani dengan sadar. Ia ingin memberikan diri-Nya sebagai kurban kesela­matan bagi banyak orang. Dalam penderitaan yang dijalani-Nya, Yesus sama sekali tidak mengumpat, menyalahkan Allah, mencaci-maki mereka yang membuat-Nya menderita, melainkan Ia menyerahkan semua itu kepada Allah Bapa-Nya, yang menghakimi dengan adil (1Ptr. 2:23). Kalau Yesus menderita, maka kita pun mesti memperlengkapi pikiran kita dengan hal yang sama. Menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk menderita, namun bukan sembarang menderita apalagi menderita karena dosa, melainkan menderita karena kesetiaan mengikut Dia.

Ketika kita harus menderita karena Kristus, maka itu adalah kasih karunia. Kita diperkenan untuk semakin men­jadi serupa dengan Kristus. Penderitaan karena mengikut Kristus itu sendiri dapat menjadi kesaksian hidup yang indah bagi banyak orang.

REFLEKSI:

Apabila seorang harus menderita sebagai pengikut Kristus,

janganlah ia malu.

Mzm. 106:1-6, 13-23, 47-48; Ul. 4:15-20; 1Ptr. 2:19-25

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/04/