HIKMAT PEREMPUAN SIRO-FENISIA

“Benar, Tuhan.

Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah

yang dijatuhkan anak-anak.”

(Mrk. 7:28)

Apa yang biasa orang lakukan ketika dirinya diejek dengan kata-kata kasar? Wajahnya akan memerah, mata melotot, otot-otot tegang, lalu keluarlah kata-kata umpatan yang lebih kasar. Tidak seorang pun menerima bila harga dirinya direndahkan.

Di dalam pelayanan-Nya, Yesus banyak berjumpa dengan orang-orang Yahudi maupun non Yahudi. Kali ini Yesus berjum­pa dengan seorang perempuan Yunani dari Siro-Fenisia. Rupa­nya perempuan ini telah mendengar mengenai Yesus dan kuasa penyembuhan atas orang-orang sakit yang bekerja pada-Nya. Ia pun memberanikan dirinya meminta kepada Yesus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang kerasukan roh jahat. Di luar dugaan, Yesus mengatakan kata-kata bernada sarkastik kepadanya, “… tidak patut mengambil roti yang dise­diakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (Mrk. 7:27). Kata ‘anjing’ yang Yesus gunakan dalam bahasa Yunaninya ‘kunarion’, yang dapat diartikan ‘anjing pelihara­an atau rumahan’, berbeda dengan anjing jalanan, namun tetap saja pernyataan Yesus ini menyakitkan. Namun, perempuan Siro-Fenisia ini tidak berprasangka buruk terhadap Yesus. Hal ini bisa kita lihat melalui tanggapannya di dalam Mrk. 7:28.

Dari perempuan Siro-Fenisia ini, kita bisa belajar untuk ti­dak berprasangka buruk, tetap berkata-kata dengan sabar dan penuh hikmat walaupun mendapat pernyataan yang menyakit­kan dari orang lain.

REFLEKSI:

Dari perkataannya nampak kualitas batin dan spiritual seseorang.

Yes. 35:4-7a; Mzm. 146; Yak. 2:1-10 [11-13] 14-17; Mrk. 7:24-37

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/09/