MENDENGAR DAN MELAKUKAN

Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat

yang benar di hadapan Allah,

tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah

yang akan dibenarkan.

(Rm. 2:13)

Bapak A begitu rajin pergi ke gereja. Hampir tiap saat ia mencatat apa yang dikhotbahkan pendeta di gereja. Hanya sayang, di rumah, Bapak A sering marah-marah tidak jelas kepada istrinya. Sang istri memandang bahwa suaminya hanya pandai mendengar khotbah pendeta, tetapi tidak pandai melakukannya.

Semasa hidup dan pelayanan-Nya di bumi, Tuhan Yesus pernah berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Mat. 7:21). Memang, pertama-tama kita disela­matkan oleh iman, tetapi, iman selanjutnya mestilah dinyatakan melalui perbuatan. Tanpanya, iman menjadi ‘ba­rang’ mati, tidak berdaya guna dan menyelamatkan. Roma 2:12 menyatakan bahwa semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat, dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. Jadi yang penting bukan hanya sekadar tahu firman Allah, melainkan bagaimana agar dengan setia melakukan firman Allah supaya selamat.

Sudah berapa kali kita mendengarkan firman Tuhan? Namun persoalannya tidak terletak pada seberapa sering kita mendengar firman Tuhan, tetapi sudahkah kita melaku­kannya? Berbahagialah mereka yang bukan hanya mendengar, melainkan juga melakukan sabda Tuhan!

REFLEKSI:

Melakukan sabda Tuhan adalah suatu kesukaan.

Mzm. 146; Yes. 32:1-8; Rm. 2:12-16

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/07/