HUKUM TAURAT DAN DOSA

Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah

oleh karena melakukan hukum Taurat,

karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

(Rm. 3:20)

Setiap produk hukum pastilah memiliki tujuan tertentu kala ia digumuli, dipikirkan, disepakati, lalu ditetapkan bersama. Di antaranya agar masyarakat hidup dalam ketertiban dan kesejahteraan. Namun, adakalanya produk hukum bukannya mendatangkan kemaslahatan, tetapi justru mendatangkan sanksi dan hukuman ketika banyak pelanggarnya.

Semula hukum Taurat diberikan Tuhan kepada orang Israel melalui perantaraan Musa dengan maksud baik. Hu­kum Taurat diberikan untuk mengatur relasi manusia dengan Allah, dan relasi manusia dengan sesamanya. Melaluinya orang Israel mengenal kehendak Allah, mereka juga memahami pentingnya sikap saling menghormati, saling menjaga, dan saling melindungi sesamanya. Hukum Taurat pada dasarnya baik guna menuntun orang Israel pada keselamatan. Namun yang terjadi selanjutnya, bangsa Israel tidak mampu melaksanakan hukum Taurat dengan baik, se­hingga keadaan mereka semakin menyimpang dari rencana Allah. Hukum Taurat yang tadinya diberikan dengan maksud baik diabaikan dan dilanggar sehingga mereka berdosa ke­pada Tuhan.

Gereja-gereja reformasi mengimani bahwa keselamatan merupakan anugerah Allah semata. Tidak seorang pun dibenarkan karena melakukan perbuatan baik, dan/atau karena melakukan hukum Taurat. Hanya oleh anugerah (sola gratia) Allah di dalam Yesus Kristus kita diselamatkan!

REFLEKSI:

Hidup yang kita jalani saat ini adalah hidup di dalam anugerah keselamatan

karena iman kepada Yesus Kristus.

Mzm. 119:169-176; 1Raj. 13:1-10; Rm. 3:9-20

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/17/