HUKUMAN TUHAN ATAS BANGSA YANG SOMBONG

Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput

di antara kaum keturunan Yakub,

tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya,

tetapi akan bersandar kepada TUHAN ….

(Yes. 10:20)

Seorang pengusaha sukses dan kaya raya suatu hari mengatakan kepada temannya, “Lihat, karena kerja keraskulah aku menjadi sukses dan kaya raya seperti sekarang!” Temannya berkata lirih sambil menepuk bahu si pengusaha sukses itu, “Bukan temanku, semua itu karena berkat dan kasih karunia Tuhan.”

Semula, bangsa Asyur dipakai Tuhan untuk mendidik bangsa Israel agar mereka berbalik dari jalan-jalannya yang salah. Namun di kemudian hari, Asyur menjadi sombong dan tinggi hati. Asyur merasa bahwa dirinya menjadi kuat, sema­kin besar, semakin kaya raya karena upayanya sendiri. Raja Asyur mengatakan di dalam kesombongannya, “Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi …” (Yes. 10:13). Padahal Asyur dapat menjadi besar karena Tuhan sendiri yang ber-kenan memakainya untuk maksud dan rencana-Nya sendiri. Karena keangkuhan Asyur, maka Tuhan pun mengikhtiarkan kehancuran Asyur di masa mendatang (Yes. 10:15-19). Se­mentara itu, sisa-sisa orang Israel yang telah bertobat akan dipulihkan. Mereka tidak lagi akan bersandar kepada musuh-musuhnya yang telah mengalahkan mereka, melainkan ber­sandar hanya kepada Tuhan (Yes. 10:20).

Segala bentuk kesombongan tidak diperkenan Tuhan. Sebaliknya, orang yang rendah hati dan mengakui kebesaran Tuhan akan diperkenan-Nya.

REFLEKSI:

Kerap kali kejatuhan seseorang berawal dari kesombongan.

Mzm. 119:169-176; Yes. 10:12-20; Yoh. 7:25-36

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/19/