Melihat Kemuliaan Tuhan Semesta

Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa!

Sebab aku ini seorang yang najis bibir,

dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir,

namun mataku telah melihat Sang Raja,

yakni TUHAN semesta alam.”

(Yesaya 6:5)

Kadang kita mendengar kabar-kabar adanya orang yang mempunyai pengalaman mendapatkan penglihatan yang heboh-heboh. Bagaimana membuktikan bahwa hal itu benar? Sulit, namun bukan tak mung­kin. Setidaknya, lihatlah apa efeknya bagi orang yang mendapat pengalaman itu.

Tak biasa seseorang mengalami pengalaman menakjubkan seperti yang dilihat Yesaya. Ia mendapat suatu penglihatan (vision) tentang Tuhan yang mulia. Yesaya melihat Tuhan duduk di takhta yang tinggi dengan ujung jubah yang memenuhi Bait Suci, para malaikat bersayap melayang-layang dan memanjatkan pujian kemuliaan dan kekudusan. Pengalaman semacam ini disebut pengalaman mistis, yakni ketika seseorang ter-“buka”-kan matanya melihat realitas yang melampaui apa yang profan, atau sehari-hari alias yang biasa dilihat mata. Ia melihat sesuatu yang sulit dipahami indra penglihatan manusia pada umumnya. Ia mengalami kegentaran akibat apa yang dilihatnya. Dalam bahasa studi keagamaan, pengalaman ini namanya “Fascinosum et Tremendum,” yakni pengalaman terpesona dan gentar sekaligus. Pengalaman mistis semacam ini biasanya mengubah hidup seseorang secara radikal, sebab apa yang dilihat dan dialami orang itu membuatnya takjub akan kuasa Ilahi sekaligus menyadarkan orang itu akan kekecilan dirinya sendiri, persis seperti yang dialami Yesaya (ay. 5).

Pengalaman luar biasa ini menghadirkan kerendahan hati dan rasa takjub yang tak terhingga dalam perasaan yang tak tergambarkan. Oleh karena itu, pengalaman mistis tak akan menghasilkan kepongahan, melainkan justru kesadaran akan kerentanan diri yang diteguhkan oleh Tuhan, Raja yang mahakudus dan mulia. Kita terdorong untuk menjadi rendah hati dan sekaligus memiliki rasa hormat dan takjub akan Tuhan yang tak terkirakan kekudusan-Nya. Bersyukurlah atas setiap pengalaman rohani yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita dan muliakan Dia selalu!

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/21/