Menjadi Satu dengan Yesus dan Bapa-Nya

“… supaya mereka semua menjadi satu,

sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,

agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya,

bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

(Yohanes 17:21)

Pernahkah kamu merasa gembira ketika ada se­seorang mendoakanmu? Menyebut namamu dan memohonkan berkat Allah untukmu. Tentu kamu merasa senang dan merasa beruntung, bukan? Apalagi jika yang mendoakan kamu adalah seseorang yang kamu kagumi, yang hebat dan yang sungguh rohani. Kamu pasti merasa sangat ter­berkati.

Dalam bacaan kita hari ini, Yesus sendiri yang berdoa untuk kita. Ya, untuk kita. Coba kita perhatikan kalimat-Nya: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka.” Yesus berdoa untuk para murid, dan untuk orang-orang lain yang menjadi percaya oleh karena karya para murid-Nya. Itu berarti Yesus berdoa untuk semua orang Kristen, untuk gereja, untuk kamu juga. Betapa menggembirakan! Apa yang Ia doakan? Jawabnya: Kesatuan kita dengan Dia dan Bapa-Nya (ayat 21). Yesus ingin kita pun masuk dalam pengalaman menyatu dengan Yang Ilahi. Wow! Jika ini yang didoakan oleh Yesus, tidakkah kita merasa amat beruntung dan amat terberkati? Ia ingin kita mengalami yang paling baik: Menyatu dengan Dia dan Bapa-Nya. Artinya, Ia ingin kita mengalami persekutuan luar biasa akrab dan mendalam dalam kehidupan kita, termasuk dalam kehidupan masa remaja kita yang penuh dinamika ini.

Pertanyaannya sekarang, apakah kamu mau direngkuh oleh Yesus? Kesediaan direngkuh itu tanpa syarat, sebab bermuara pada kasih-Nya. Maukah kamu memercayakan dirimu untuk dipeluk oleh Yesus? Maukah kamu menjaga kualitas hidup dan kesaksianmu dalam kasih persatuan yang mesra dengan Yesus? Dengan demikian, relasi yang akrab dengan Tuhan akan membuatmu menjadi saksi bagi dunia tentang siapa Yesus.

Sumber : http://www.ykb-wasiat.org/2018/09/24/