KEKAYAAN YANG MEMBINASAKAN

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya,

menangislah dan merataplah

atas sengsara yang akan menimpa kamu!

(Yak. 5:1)

Seorang bernama Gary Goodpaster dalam buku Law Reform in Developing and Transitional States (2007) menulis, “Sistem hukum Indonesia tidak bisa dipercaya – sungguh, tidak bisa digunakan untuk dapat memberikan keputusan jujur – tetapi boleh jadi bisa dipercaya untuk melindungi kegiatan korup.” Pandangan Gary ini berangkat dari munculnya sejumlah ka­sus korupsi di lembaga peradilan, di mana kerap orang-orang berduitlah yang dimenangkan perkaranya, sementara orang-orang miskin semakin menderita karena tidak memiliki modal untuk menyewa pengacara handal.

Surat Yakobus 5:1-6 berisi peringatan yang keras terhadap orang-orang kaya. Tentu maksudnya di sini bukan orang-orang kaya pada umumnya, melainkan orang kaya yang menahan upah dari buruh yang telah bekerja keras pada mereka (ay. 4). Orang-orang kaya yang menikmati kekayaan dan kemewah­annya di atas penderitaan orang lain (ay. 5). Orang-orang kaya yang memutarbalikkan hukum, sehingga orang-orang benar justru dibungkam dan disingkirkan karena ketidakberdayaan mereka (ay. 6). Terhadap orang-orang kaya inilah firman Tuhan dengan keras memberi peringatan, bahwa akhir hidup mereka pastilah kengerian dan penderitaan tiada akhir (ay. 1-3).

Kekayaan dapat menghidupkan manakala dipergunakan dengan baik dalam penatalayanan terhadap Tuhan dan sesama, sebaliknya dapat membinasakan ketika dipergunakan sewenang-wenang.

REFLEKSI:

Kekayaan bukanlah tujuan pada dirinya sendiri,

melainkan hanyalah sarana bagi penatalayanan terhadap Tuhan dan sesama.

Mzm. 139:1-18; 2Raj. 11:21—12:16; Yak. 5:1-6

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/25/