Pengalaman Amazing!

Aku juga tahu tentang orang itu,

entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu,

Allah yang mengetahuinya ….

(2 Korintus 12:3)

Pengalaman spiritual adikodrati memang sering sulit dinalar ya? Bukan tak masuk nalar, namun karena pengalaman-pengalaman itu melampaui nalar kita. Experience of something beyond, be­gitu kita bisa menyebutnya. Pengalaman ini ja­rang-jarang terjadi, namun sekali terjadi efeknya besar sekali.

Paulus memiliki pengalaman istimewa ketika ia merasa diangkat ke surga, ke Firdaus, dan mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tak boleh diucapkan manusia (mungkin karena kesakralannya). Ia merasa diang­kat oleh Tuhan, mungkin semacam keluar dari tubuhnya sendiri. Ia pun tidak jelas tentang itu: “entah di dalam tubuh aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu” (ay. 2 dan 3). Pengalaman semacam itu selalu melampaui batas-batas akal dan kesadaran biasa, namun efeknya sungguh amat berwibawa dalam diri orang. Godaannya, Paulus paham, adalah kesombongan. Oleh sebab itu, Paulus tegas mengatakan bahwa ia tidak ingin bermegah atas dirinya sendiri. Kalau toh ada yang ia hendak banggakan, itu terjadi karena kelemahan-kelemahannya sendiri. Jelas, Tuhan tak bisa diatur. Tuhan memberi pengalaman ajaib, namun Ia juga bisa menjaga agar orang itu tidak lepas kontrol dalam rasa bangga. Tuhan juga dapat mengatakan “cukup” pada orang itu, sebagaimana dialami Paulus (ayat 7-10). Ke­tika Paulus menginginkan sesuatu yang menurutnya perlu, Tuhan bisa tidak setuju.

Tuhan, dalam hikmat-Nya, tahu apa yang diperlukan Paulus. Paulus dipanggil untuk menjadi hamba yang setia, rendah hati. Paulus menjadi contoh bagi dunia bahwa ke-“amazing ”-an pengalaman manusia beriman hanyalah seizin Tuhan. Pengalaman itu ada dalam maksud Tuhan bagi orang itu dan bagi pelayanan orang itu kepada sesama dan dunia ini. Nah, ingatlah jangan merasa sombong, jika kamu mendapatkan pengalaman beyond, seheboh apa pun itu.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/09/25/