Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya

“Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal,

sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

Aku akan membangun engkau kembali ….”

(Yeremia 31:3-4)

Setiap kali menyanyikan lagu Indonesia Raya, ada satu bagian dengan syair, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.” Kalimat itu diciptakan untuk mengingatkan kita bahwa pem­bangunan tidak melulu pada badan (fisik), namun juga jiwa. Pembangunan fisik dan jiwa harus utuh. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya adalah panggilan bagi kita untuk mengembangkan kehidupan secara utuh, menyeluruh, penuh.

Teens, saat Tuhan berfirman kepada Yeremia dalam Kitab Yeremia 31:1-6, Ia menekankan pentingnya membangun hidup. Kita menemukan pentingnya membangun hidup dalam ayat 4-5. Tuhan memprakarsai umat-Nya membangun hidup yang utuh. Saat Ia menyampaikan sabda itu, kondisi umat-Nya dalam keadaan terpuruk. Keterpurukan itu membuat mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Karena itu Allah menghendaki supaya umat bangkit dengan semangat yang baru. Kebangkitan itu ditandai dengan sapaan kasih Allah. Firman Tuhan mengatakan, “Aku mengasihi engkau … Aku akan membangun engkau kembali ….” (Yeremia 31:3-4). Pernyataan Tuhan itu menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang konsisten, Allah yang menepati janji-Nya.

Teens, adakalanya kita kehilangan semangat seperti Israel. Terpuruk, susah, merasa gagal, merasa diri tak berguna dan minder. Dalam keadaan demikian, kita merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Ketahuilah Teens, Allah yang menyatakan cinta kasih dan pemulihan-Nya ribuan tahun yang lalu itu, saat ini masih menyatakan hal yang sama. Ia konsisten dan berkomitmen pada janji-Nya! Ia berkomitmen untuk mem­bangun kehidupan umat. Jadi, bukalah hati, pikiran dan seluruh hidup kita. Sambutlah dan terimalah pernyataan kasih yang dinyatakan-Nya. Ia akan membangun jiwa raga kita, artinya membangun kehidupan yang utuh, menyeluruh dan penuh.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/01/