Diberi Hati

“Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah,

sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa

untuk kebaikan mereka ….”

(Yeremia 32:39)

“Makan hati!” Pernahkah kamu mendengar orang mengatakan hal seperti itu? Ternyata, “makan hati” adalah penggalan dari peribahasa Melayu: “makan hati berulam jantung.” Pepatah itu berarti bersusah hati karena perbuatan orang lain yang menyedih­kan hati. Jadi kalau ada orang yang berkata: makan hati banget tuh orang! Sebenarnya orang itu sedang mengatakan bahwa dirinya sangat sedih, marah atas perbuatan orang lain.

Tuhan juga sering “makan hati berulam jantung” apabila melihat perbuatan-perbuatan yang dilakukan Israel kepada-Nya. Bagaimana ti­dak? Tuhan berulang kali menyatakan berkat, kebaikan dan kasih setia-Nya, tetapi Israel membalas kebaikan Tuhan dengan kejahatan. Hal itu juga sama seperti kisah yang kita baca dalam Yeremia 32:26-44. Perikop itu menceritakan Israel yang sulit mempercayai janji Tuhan. Terlalu kan? Ya, itulah fakta yang terjadi. Karena itu supaya Israel tidak menjadikan Tuhan “makan hati berulam jantung,” Tuhan memberikan kepada mereka hati yang baru. Pada ayat 39 Tuhan mengatakan, “Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa un­tuk kebaikan mereka.” Tujuan diberikan hati yang baru oleh Tuhan adalah supaya hidup bangsa Israel menjadi lebih baik karena mereka takut akan Tuhan. Dengan hidup dalam satu hati dan satu langkah, Israel akan hidup dalam kasih kepada Tuhan dan sesama.

Teens, hati yang baru Allah berikan juga kepada kita. Hati yang baru ini memampukan kita memperlakukan sesama di dalam cinta Allah. Hati yang baru menolong kita untuk memperjuangkan kebaikan hati, bahkan di tengah situasi yang sulit sekalipun. Hati baru dianugerahkan Allah kepada kita agar kita dimampukan untuk membangun persekutuan cinta kasih bersama dengan sesama. Dengan hati yang baru kita bertekun pada perintah Allah dan menunjukkan sikap taat. Dengan hati yang baru kita menyerah­kan seluruh hidup kita untuk menyatakan kasih Kristus.

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/09/