DIKASIHI TUHAN DAN MANUSIA

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya

dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

(Luk. 2:52)

“Dalam segala kemuliaan dan kekuasaan-Nya Ia justru mem­biarkan diri-Nya mati di kayu Salib. Dia selalu menyertai dan membimbing jalanku.” Kalimat itu adalah pernyataan dok­ter Helen Roseveare, lulusan Universitas Cambridge, Inggris. Setelah lulus ia tidak mencari uang dengan profesi dokternya, namun melayani misi di Nebobongo, Congo, Afrika. Ia mengabarkan Kristus dengan mendirikan rumah sakit dan melatih murid-murid untuk belajar ilmu kesehatan. Ia pernah mengalami kekerasan bahkan dipenjara di Kongo dan pulang ke Inggris, namun kemudian kembali ke Kongo karena dirindukan dan dicintai oleh mereka yang dilayaninya.

Salah satu bagian menarik yang disorot oleh Injil adalah keberadaan orang-orang Farisi dan ahli Taurat, yang notabene merupakan para pemimpin agama dan pemimpin masyarakat. Namun Yesus sering berkonfrontasi dengan mereka karena tindakan dan kelakuan mereka yang tidak pantas menjadi con­toh, bahkan bertentangan dengan firman Allah. Yesus sering mengecam mereka, rakyat kalangan bawah pun banyak yang tidak menyukai mereka.

Dicintai Tuhan dan dicintai manusia kadang bukanlah kali­mat yang selalu berdiri sejajar. Ada orang yang begitu taat ke­pada Tuhan, namun dibenci banyak orang. Sebagai orang per­caya tugas utama kita yang terutama adalah mengasihi Tuhan dan juga sesama kita manusia. Jika kita melakukan itu maka konsekuensinya kita berpeluang mendapatkan keduanya.

DOA:

Tuhan, ajarlah kami untuk hanya berfokus

mengasihi Engkau dan sesama kami, dan tidak menuntut sebaliknya.

Amin.

Mzm. 8; Kej. 23:1-20; Luk. 16:14-18

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/06/