MENJADI ALAT UNTUK MEMPERJUMPAKAN

“Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan:

Berkatalah benar seorang kepada yang lain

dan laksanakanlah hukum yang benar,

yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.”

(Za. 8:16)

Gladys Alyward adalah asisten rumah tangga perempuan dari Inggris dengan pendidikan rendah, namun ia sangat ingin melayani Tuhan. Ia ditolak menjadi seorang misionaris, namun dengan tabungannya ia dapat melakukan perjalanan menuju Yangchen, provinsi Shansi China dan menjadi asisten Jeannie Lawson, seorang misionaris senior. Kedua orang ini mengabarkan Kristus dengan cara mendirikan tempat penginapan murah bagi para perantau, sembari menceritakan kisah Yesus. Saat Lawson me­ninggal, Gladys meneruskan pekerjaan itu dan mendirikan panti asuhan bagi anak-anak yatim korban perang sampai kematiannya 3 Januari 1970.

Sekalipun mengalami masa pembuangan, bukan berarti Tuhan meninggalkan bangsa Israel. Tuhan masih terus menyatakan kepedulian dan pemeliharaan melalui para nabi yang diutus-Nya. Bahkan Tuhan hendak menyatakan bahwa melalui bangsa Israel­lah banyak bangsa akan mengenal siapakah Tuhan Allah. Hanya saja di dalam janji itu tetap terkandung perintah yang sama agar mereka menjadi orang-orang yang benar dan takut kepada Tuhan.

Siapa pun kita saat ini, apa pun status kita, asalkan kita per­caya kepada Tuhan, maka kita adalah orang yang berkesempatan dipakai Tuhan untuk memperjumpakan orang lain dengan-Nya. Jadilah orang yang setia pada panggilan Tuhan dan hiduplah dengan benar di hadapan-Nya, sehingga hidup dan karya kita men­jadi kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi orang lain.

DOA:

Kiranya kami tidak hanya melihat kekurangan kami,

tetapi dalam segala keadaan kami bisa menjadi alat yang memperjumpakan.

Amin.

Mzm. 5; Za. 8:18-23; 1Yoh. 2:18-25

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/02/