ALLAH SEBAGAI YANG UTAMA DAN PERTAMA

Markus 10:17-31

Orang itu sekarang pada masa ini

juga akan menerima kembali seratus kali lipat …

dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

(Mrk. 10:30)

Enoch Wang, seorang bekas tentara dan pemimpin gerakan Kristen bawah tanah di China menghabiskan 16 ta­hun di dalam penjara. Namun, penjara tidak mengendurkan semangatnya untuk tetap melayani Tuhan dan memajukan kekristenan di sana. Enoch memiliki anak batita, yang ter­jatuh dari lantai 4 dengan kepala membentur batu bata. Mereka hanya bisa menangis dan berdoa karena sedang dalam persembunyian. Si anak sudah tidak bergerak selama sehari dan diperkirakan sudah meninggal, namun pada hari kedua dalam pelukan dan doa ayah dan ibunya, nafas anak itu muncul kembali. Pada hari ketiga anak batita tersebut su­dah dapat berjalan lagi.

Mrk. 10:17–31 yang menjadi bacaan kita hari ini, mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika men­jadi pengikut Kristus, yaitu menempatkan Allah sebagai yang utama dan terutama di atas segala sesuatu, di atas harta benda, keluarga dan segala sesuatu yang bersifat du­niawi. Pesan ini memang sangat keras, namun Tuhan Yesus mengatakan bahwa Tuhan memberikan ganjaran yang baik, melebihi yang akan kita berikan kepada-Nya.

Sudahkah saudara menjadi orang Kristen yang berani menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup Anda? Jangan biarkan pikiran duniawi kita mengambil alih jalan hidup kita, sehingga kita menempatkan Allah sebagai prioritas kedua setelah urusan pribadi kita.

DOA:

Tuhan, jangan biarkan kami hanyut oleh kehendak dunia.

Tetapi biarlah kami menjadikan Engkau sebagai tujuan hidup kami.

Amin.

Am. 5:6-7, 10-15; Mzm. 90:12-17; Ibr. 4:12-16; Mrk. 10:17-31

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/14/