MENEMUKAN PESAN UTAMA DALAM KEBIASAAN

Tetapi jawab Yesus kepada mereka:

“Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah

demi adat istiadat nenek moyangmu?”

(Mat. 15:3)

Ada sebuah tradisi yang disebut Raksha Bandhan di India. Dalam tradisi itu para perempuan mengunjungi saudara laki-laki mereka atau siapa pun yang dianggap saudara laki-laki dan mengikat­kan sebuah gelang dari kertas atau benang di tangan mereka. Mengikatkan gelang mengandung makna doa kesejahteraan bagi saudara laki-laki tersebut. Sedangkan bagi saudara laki-laki, hal itu mengingatkan bahwa dia harus melindungi dan menja­ga saudara perempuannya. Sebuah tradisi yang baik, walaupun kadang disalahartikan dengan memaksa atau mengharuskan seorang laki-laki ikut mendukung kebutuhan ekonomi saudara perempuannya.

Orang-orang Farisi dan Ahli Taurat adalah komunitas yang sangat sering berseberangan dengan Tuhan Yesus. Salah satu ketidaksetujuan dan kecaman Yesus terhadap mereka terjadi karena mereka sangat mengagungkan tradisi dan memanipu­lasinya untuk kepentingan pribadi, yang akhirnya mengabaikan pesan terpenting dalam relasi dengan Tuhan dan sesama mereka.

Manusia tidak terpisahkan dari tradisi atau budaya, karena budaya lahir dari kebiasaan manusia yang dilestarikan turun temurun. Pesan penting dari renungan ini adalah bisakah kita menemukan kembali pesan utama dari sebuah tradisi dan mengujinya kembali dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Hal yang sangat penting lainnya adalah bisakah kita selalu menempatkan relasi kita dengan Tuhan sebagai yang utama di atas semua tradi­si yang dibuat oleh manusia?

DOA:

Tuhan, tolonglah agar kami menjadi orang beriman yang mengikuti tradisi,

namun juga mengujinya dalam relasi dengan Tuhan. Amin.

Mzm. 90:12-17; Am. 3:13—4:5; Mat. 15:1-9

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/13/