MENJADI ORANG BESAR

“Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu

hendaklah menjadi sebagai yang paling muda

dan pemimpin sebagai pelayan.”

(Luk. 22:26)

Florence Nightingale adalah perempuan Inggris kelahiran Florence, Italia tahun 1820. Ia lahir dari keluarga berada, namun mau belajar tentang keperawatan sekalipun diten­tang oleh keluarganya. Ia satu-satunya orang yang mengaju­kan diri untuk merawat para tentara yang terluka pada saat perang Inggris bersama Perancis melawan Rusia. Ia dijuluki “bidadari berlampu”, karena ia memaksa para tentara untuk menemaninya memeriksa para korban perang di semenan­jung Krimea dengan lampu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

Menjadi orang besar, memiliki kekuasaan dan diakui oleh orang lain merupakan impian banyak orang. Keinginan tersebut terdapat pula pada murid-murid, bahkan sampai menimbulkan pertengkaran di antara mereka. Tetapi Yesus memperingatkan para murid bahwa menjadi yang besar dan pemimpin bukanlah untuk menguasai, melainkan yang terbe­sar menjadi yang paling muda dan pemimpin yang melayani.

Sejarah mencatat, mereka yang namanya besar dan dike­nang oleh banyak orang adalah mereka yang mau meren­dahkan diri dan bersedia melayani dan memuliakan orang lain. Pandangan ini berlawanan dengan dunia pada umum­nya bahwa seseorang menjadi besar jika ia meninggikan diri. Kata-kata Yesus sudah dibuktikan oleh banyak orang. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau meninggikan diri atau merendahkan diri.

DOA:

Tuhan, ajarlah dan ubahlah aku untuk berani

merendahkan diri di hadapan-Mu dan sesama. Amin.

Mzm. 91:9-16; Yes. 47:10-15; Luk. 22:24-30

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/20/