TEGUH DALAM PENGHARAPAN

Helen Keller, seorang perempuan yang lahir di Alabama, Amerika pada tahun 1880. Pada saat berusia 19 bulan ia terserang penyakit yang menyebabkan ia buta dan tuli. Beruntung, pada saat Helen berusia 7 tahun, Anne Sullivan membantu orangtua Helen untuk mengajar Helen kecil. Buta dan tuli tidak menghentikan perjuangan dan cita-cita Helen untuk belajar bahkan sampai perguruan tinggi. Ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard. Helen berha­sil. Ia menjadi seorang dosen, aktivis politik, dan mendirikan yayasan untuk membantu anak-anak yang bisu dan tuli.

Tuhan selalu menepati janji-Nya. Namun dibutuhkan iman, kesetiaan dan daya juang yang kuat untuk dapat terus memercayai janji Allah, seperti dicontohkan oleh Abraham. Abraham sabar menantikan penggenapan janji Allah kepadanya. Abraham sabar menanti, walaupun proses yang ia lalui tidak mudah, ia harus menjalani situasi-situasi yang sulit. Namun Alkitab mencatat bahwa Allah benar-benar menepati janji-Nya kepada Abraham.

Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus. Iman percaya kita kepada Kristus membawa kita kepada pemenuhan janji Allah, mengalami berkat dan kehidupan yang kekal. Namun kita harus tetap setia dan sabar ketika kita diperhadapkan pada kesulitan dan perjuangan hidup di dunia ini. Beriman teguh kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia selalu menepati janji-Nya.

DOA:

Berikanlah selalu kepada kami kekuatan-Mu ya Tuhan agar kami teguh

dan kuat dalam pengharapan kami. Amin.

Mzm. 37:23-40; 1Sam. 10:17-25; Ibr. 6:13-20

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/23/teguh-dalam-pengharapan/