TUHAN MEMBALASKAN

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,

Aku akan menyertai dia dalam kesesakan,

Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

(Mzm. 91:15)

Eric Liddell adalah seorang atlet lari sekaligus penginjil yang berasal dari Skotlandia. Pada saat Olimpade di Paris, Perancis 1924, ia menolak mengikuti lomba lari 100 meter yang meru­pakan spesialisasinya dan memilih beribadah ke gereja. Di hari yang lain ia diikutkan dalam lomba lari 400 meter. Seseorang memberikan secarik kertas kepada Liddel berisikan kutipan 1Sam. 2:30, “Sebab barangsiapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” Liddell membawa kertas itu dan ia bukan hanya memenangkan medali emas lari 400 Meter Olimpiade, namun sekaligus memecahkan rekor lari 400 meter pada saat itu.

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai (Mzm. 126:5). Per­kataan ini menjadi penegasan bagi Mazmur 91 bacaan kita hari ini. Orang yang duduk dalam lindungan yang Mahatinggi (ay. 1) bisa diterjemahkan sebagai orang yang menjaga ketaatan dan kesetiaan sebagai umat Tuhan. Tuhan akan me­nolong, membentengi, dan membalaskan perbuatan mereka.

Menjadi orang beriman bukan berarti segala sesuatu menjadi serba gampang. Acap kali kita harus menghadapi per­juangan dan keputusan-keputusan yang sangat sulit. Dalam segala keadaan dan kesulitan yang bagaimanapun juga kiranya kita tetap menjaga iman dan percaya kita. Tuhan melihat kesetiaan kita dan Ia akan membalaskan dan memberkatinya.

DOA:

Tuhan, peganglah tanganku dan jangan pernah melepaskannya,

agar aku berhasil menjadi anak-Mu yang selalu setia. Amin.

Mzm. 91:9-16; Yes. 47:1-9; Why. 17:1-18

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/10/19/