BERDOA DENGAN KEYAKINAN TEGUH

“Karena itu Aku berkata kepadamu:

apa saja yang kamu minta dan doakan,

percayalah bahwa kamu telah menerimanya,

maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

(Mrk. 11:24)

Pernahkah Anda berdoa namun tidak menyadari kata-kata apa yang telah Anda ucapkan? Atau pernahkah Anda berdoa untuk kedua kalinya karena lupa telah berdoa dan baru sadar ketika diingatkan oleh orang lain bahwa Anda sudah berdoa untuk hal yang sama?

Melalui peristiwa Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah dan menjadi kering pada keesokan harinya, Yesus mengajar murid-murid tentang doa. Murid-murid menyak­sikan bahwa perkataan Yesus terjadi seperti yang dikatakan-Nya. Hal itu bisa terjadi karena perkataan Yesus berdasar pada keyakinan yang teguh kepada Allah yang sanggup melakukan segala perkara. Hal ini dinyatakan Yesus ketika Petrus mem­beritahu bahwa pohon ara itu telah menjadi kering. Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah!” Yesus pun mengatakan bahwa hal mustahil sekalipun bila kita katakan dengan penuh iman dan sesuai dengan kehendak Allah, maka hal itu akan terjadi. Demikian juga dengan doa, bila kita berdoa dan me­minta sesuai kehendak Allah dengan penuh iman, tanpa ragu, maka Allah akan menyatakannya.

Berdoa adalah hal yang biasa kita lakukan. Namun, sudah­kah kita berdoa dengan penuh iman? Percaya bahwa apa yang kita doakan, dijawab Allah sesuai dengan kehendak-Nya? Per­caya bahwa Allah tahu yang terbaik bagi kita dan memberi­kannya menurut waktu dan rencana-Nya? Berdoalah dengan penuh iman, “Jadilah kehendak-Mu, dan bukan kehendakku.”

REFLEKSI:

Berdoa dengan iman berarti percaya bahwa Allah sanggup

dan akan menjawab menurut rencana dan kehendak-Nya bagi kita.

Mzm. 146; Ul. 24:17-22; Mrk. 11:12-14, 20-24

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/10/