KEADILAN BAGI SELURUH BANGSA

Dari langit Engkau memperdengarkan keputusan-Mu;

bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit

untuk memberi penghukuman,

untuk menyelamatkan semua yang tertindas di bumi.

(Mzm. 76:9-10)

Pergumulan tentang penderitaan dan kejahatan cukup sering menggusarkan hati kita. Kita menginginkan keadilan datang dengan segera dan sesuai dengan kehendak kita. Maka, tidak­lah mengherankan bila banyak yang lebih menggandrungi kisah pahlawan super (superhero) dibandingkan dengan perkataan Alkitab. Melalui sudut pandang dunia, Allah terkesan loyo dan ogah untuk menjadi hakim di bumi ini.

Mazmur 76 menjadi peringatan bagi setiap orang percaya bahwa Allah adalah pribadi Mahakuasa yang tidak pudar oleh waktu. Orang-orang yang merasa dirinya kuat, baik mereka yang bergantung pada kekuatan diri mereka sendiri maupun ilah-ilah lain, tidak akan tahan menghadapi murka Allah yang dahsyat. Keadilan-Nya masih terus dinyatakan di dalam dunia yang penuh dengan kejahatan ini, melalui setiap jalan-Nya yang tidak dapat diselami oleh manusia. Mazmur 76 menjadi sebuah kontra budaya, bahwa sesungguhnya keadilan yang sejati hanya dapat dilaksanakan oleh Hakim segala bangsa dan bukan melalui tangan manusia.

Lalu apa yang menjadi tugas kita? Tugas kita adalah sama seperti Yesus. Yesus tidak menghukum perempuan yang kedapatan berzinah (Yoh. 8:1-11), melainkan mengabarkan Injil yang menjadi jalan pemulihan bagi gambar diri manusia yang telah rusak oleh dosa. Biarkan Allah melakukan bagian-Nya dan kita melakukan bagian kita. Karena sesungguhnya, kita pun dulu ter­masuk dalam hitungan orang-orang yang pantas dimurkai Allah.

REFLEKSI:

Keadilan yang sejati bukanlah penghukuman,

melainkan pemulihan diri dari dosa melalui kasih Kristus.

Mzm. 76; Yeh. 30:20-26; Yoh. 16:25-33

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/28/