KEKUATAN DAN KEABADIAN HANYALAH MILIK ALLAH

“Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu,

apa yang dikatakan tentang itu adalah benar.

Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu,

sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.”

(Dan. 8:26).

Apa yang Anda lakukan jika Anda mengalami situasi tak ter­pahami dalam hidup Anda, seperti situasi yang dialami Daniel? Jika kita mengamati bacaan ini dan keseluruhan pasal 8 menge­nai penglihatan tentang kambing dan domba pada ayat 1-14, serta penglihatan tentang malaikat Gabriel dan kerajaan Media dan Persia (ay. 15-27), kita dapat menduga bahwa Daniel mengalami kesulitan yang luar biasa untuk memahami arti penglihatan tersebut.

Namun bagi kita kini, saat kita melihat keseluruhan narasi Daniel, juga penggenapan nubuat tersebut beratus-ratus tahun kemudian, kita dapat melihat karya Allah yang menakjubkan. Jika kita mempelajari sejarah kerajaan Yunani dan Persia yang disebutkan dalam nubuatan ini, maka apa yang dikatakan oleh Allah melalui penglihatan ini benar-benar terjadi. Kerajaan Yunani, kerajaan besar, kuat dan jaya pada masanya, telah men­jadi hancur dalam perjalanan sejarahnya. Nubuatan Daniel ter­laksana sesuai dengan penglihatan yang diterimanya dari Allah.

Dari Firman Tuhan ini, dapat disimpulkan bahwa Tuhan adalah pemegang sejarah kehidupan. Sehebat apa pun kekuasaan yang dibangun oleh manusia, tidak akan pernah abadi dibanding kekuasaan Tuhan. Orang-orang yang memanfaat­kan kekuasaan dengan segala keangkuhan dan kesombongan pun pada akhirnya akan berlalu dan sia-sia. Sungguh, di bawah kolong langit ini tiada yang abadi selain Tuhan dan kasih setia-Nya.

REFLEKSI:

Janganlah bersandar pada kekuatan atau kemampuan manusia yang fana

tetapi bersandarlah pada Tuhan yang kuat dan perkasa.

Mzm. 13; Dan. 8:15-27; Ibr. 10:32-39

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/20/