KESOMBONGAN MENDATANGKAN MURKA ALLAH

“Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah,

walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.”

(Yeh. 28:2)

Kemajuan zaman akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia merasa bangga dan tidak membutuhkan Tuhan. Sebagai contoh, ilmu pengetahuan telah memungkinkan manusia menciptakan ma­nusia dengan teknologi cloning, juga menciptakan robot yang semakin pintar dan sempurna. Pencapaian-pencapaian yang membuat manusia menjadi sombong dan menganggap dirinya seperti Tuhan.

Demikian halnya yang terjadi dengan raja Tirus. Ia tinggi hati dan mengagungkan diri sebagai Tuhan (ay. 2). Pencapaian demi pencapaian yang ia peroleh karena hikmat dan kepandaiannya membuat ia sombong dan menempatkan diri sama dengan Allah (ay. 3-5). Perbuatan raja Tirus ini membangkitkan murka Allah. Karena itu, Allah mengutus Yehezkiel untuk menyampai­kan hukuman yang akan diterima raja Tirus. Raja Tirus akan mati di tangan orang asing dari bangsa yang paling ganas, mereka akan menggunakan pedang melawan hikmat raja Tirus (ay. 7-8).

Pencapaian apa yang sudah kita raih hingga saat ini? Apakah kesuksesan dalam bidang usaha, studi, keluarga, atau pelayanan? Atau mungkin kita telah memperoleh berbagai hal, seperti kekayaan, jabatan, atau IPTEK yang luar biasa. Patut un­tuk direnungkan apakah semua pencapaian itu membuat kita bersyukur kepada Tuhan, atau sebaliknya membuat kita merasa tidak lagi membutuhkan Tuhan? Jangan sombong! Sesungguhnya segala yang ada pada kita adalah anugerah Tuhan; milik Tuhan.

REFLEKSI:

Allah membenci orang yang sombong,

tetapi Allah mengasihi orang yang rendah hati.

Mzm. 93; Yeh. 28:1-10; Kis. 7:54—8:1a

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/22/