MENEMUKAN TUHAN DALAM KEBISUANNYA

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya,

hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.

Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

(Mzm. 13:6)

Di era digital sekarang ini, segala sesuatu bergerak dengan serba cepat. Manusia pun menyukai hal-hal instan, ingin segalanya berlangsung cepat, tidak perlu menunggu. Menunggu menjadi hal yang sangat membosankan. Lalu, bagaimana dalam relasi dengan Tuhan?

Daud bergumul dengan sikap Tuhan. Tuhan diam, seolah-olah membisu dan membiarkannya bergumul sendiri dengan krisis yang dihadapinya. Daud telah menunggu, hingga ia pun berkata, “Berapa lama lagi, TUHAN? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran… ?” (ay. 2-3). “Pan­danglah… jawablah aku, ya Tuhan… supaya musuhku jangan… bersorak-sorak…” (ay. 4-5). Meski demikian, Tuhan tetap ti­dak berbicara. Akhirnya, Daud berhenti memaksa Tuhan. Ia mengubah sikapnya dalam memandang Tuhan dan situasi yang ia hadapi. Ia mengubah sikapnya dari mengeluh men­jadi berserah dan percaya akan kasih setia Tuhan (ay. 6). Ia percaya kasih setia Tuhan telah berlaku atas hidupnya, dan akan tetap berlaku bagi dirinya. Daud tidak lagi memaksa Tuhan, melainkan berserah, dan menantikan Tuhan bekerja. Ia pun memuji Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk tetap tenang dan percaya kepada Tuhan. Tetap percaya dan bersandar pada-Nya, pun ketika Ia seolah-olah diam. Tuhan tidak pernah berdiam diri. Ia selalu bekerja dan memperhatikan umat-Nya. Ia menjawab umat-Nya menurut waktu dan kasih setia-Nya.

REFLEKSI:

Berserah kepada Tuhan berarti percaya

bahwa pertolongan Tuhan akan datang tepat pada waktu-Nya.

Mzm. 13; Za. 12:1—13:1; Mrk. 13:9-23

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/21/