MENJADI HAMBA YANG DAPAT DIPERCAYA

“Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu?

Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu,

lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.”

(Mrk.12:9)

Pada waktu Yesus di dunia, kehadiran-Nya mengundang kekaguman sekaligus penolakan dari sebagian orang, khusus­nya para pemimpin umat. Yesus menggelisahkan hati para pe­mimpin umat, karena dianggap mengancam reputasi mereka di mata umat Israel. Oleh sebab itu, mereka berupaya dengan segala cara untuk menjatuhkan dan membunuh Yesus.

Ketika bertemu dengan para pemimpin umat itu, Yesus membuka kedok mereka. Melalui perumpamaan, Yesus meng­gambarkan kegagalan mereka sebagai pemimpin umat Israel dalam merawat dan memelihara umat, yang diibaratkan sebagai kebun anggur. Padahal Allah sang pemilik tanah dan kebun anggur telah memercayakan tugas pemeliharaan ke­pada mereka, namun mereka melalaikannya. Berkali-kali Allah mengingatkan mereka (meminta hasil), namun mereka me­nolak dengan melukai utusan-Nya (ay. 3-5). Mereka bahkan membunuh sang ahli waris (ay. 6, 8), dengan harapan dapat memiliki kebun anggur tersebut (ay. 7). Tetapi, dugaan mereka meleset. Pemilik tanah dan kebun itu akan datang untuk mengambil kembali milik-Nya (ay. 9).

Melalui perumpamaan ini, kita diingatkan bahwa Allah selain penyabar, Ia adalah Allah yang adil. Apabila kita telah diberi kepercayaan hendaknya kita menggunakan kepercayaan itu dengan baik, karena pada waktu-Nya setiap kepercayaan yang diberikan-Nya akan kita pertanggungjawabkan kembali.

REFLEKSI:

Kepercayaan adalah kesempatan berharga.

Gunakanlah setiap hal yang Tuhan percayakan dengan sebaik-baiknya.

Mzm. 16; Dan. 4:28-37; Mrk. 12:1-12

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/17/