MENYADARI DOSA DAN MEMOHON PENGAMPUNAN

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,

aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

(Mzm. 51:5)

Mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah. Ketika mengakui kesalahan, kita justru diperlakukan tidak baik, direndahkan dan berbagai tindakan lain yang menyakiti dan melukai hati. Karena itu banyak orang memilih menyembunyikan kesalahan­nya.

Daud, ketika berbuat salah dan dosa, ia pun sedapat mung­kin menyembunyikan kesalahan dan dosanya. Namun, Tuhan yang mengetahui segala sesuatu menegur Daud melalui nabi Natan. Melalui teguran nabi Natan, Daud kemudian jujur mengakui dan menyadari segala dosa serta kejahatannya kepada Tuhan, lalu memohon belas kasihan dan pengampunan Tuhan. Dalam doanya ia berkata, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!” (ay. 3-4). Daud yakin ketika ia datang dengan hati yang hancur mengaku dosa dan memohon belas kasih Tuhan, maka Tuhan pasti mengampuni dosanya.

Sebagai manusia, kita tentu tidak luput dari kelemahan dan dosa. Namun, apakah kita menyadari kelemahan dan dosa kita? Tanpa kesadaran itu, kita tidak mungkin datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan-Nya. Kita bersyukur atas Roh Kudus yang senantiasa hadir dan memimpin kita dalam kebenaran. Bila kita jatuh dalam dosa, Ia akan menginsafkan kita akan dosa itu, sehingga kita akan melakukan pertobatan dan memohon pengampunan-Nya.

REFLEKSI:

Pengampunan dosa terjadi ketika kita menyadari segala dosa,

datang kepada Tuhan, dan mohon belas kasih-Nya.

Mzm. 51; Mi. 6:1-8; Yoh. 13:31-35

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2018/11/07/