ANCAMAN ATAU BERKAT?

Ketika raja Herodes mendengar hal itu

terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

(Mat. 2:3)

Kehadiran orang baru, apalagi mempunyai kelebihan, sering ditanggapi sebagai ancaman. Misalnya, para karyawan merasa kenyamanan mereka terusik sejak munculnya seorang pekerja baru yang penuh dedikasi, tekun dan pekerja keras. Mereka khawatir jika majikan mereka lebih menyukai orang baru itu, lalu menuntut mereka untuk bekerja keras penuh dedikasi.

Dalam kisah kelahiran Yesus Kristus versi Matius, Herodes merasa kekuasaan dirinya terancam dengan kelahiran calon raja baru, “raja orang Yahudi.” Kegusaran itu tampak ketika orang-orang Majus dari Timur bertanya kepadanya tentang kelahiran Raja baru itu. Ia memanggil para imam kerajaan dan bertanya tentang perihal itu. Mereka menjawab, “Di Betlehem di tanah Yudea” (Mat. 2:5). Setelah itu, Herodes menelisik para Majus dan meminta mereka untuk pergi ke sana dan berpesan agar setelah mereka menemukan bayi itu, mereka kembali dan memberi tahu dirinya. Katanya, “Supaya aku pun datang menyembah Dia.” Kalimat manis ini diucapkan untuk menutupi niat busuknya.

Berbeda dari Herodes, para Majus memandang kelahiran Sang Mesias sebagai anugerah dari Allah yang berkenan menyatakan diri-Nya menyapa dunia. Hari ini adalah Minggu Epifani, penampakan Tuhan. Bayi Yesus tampak bagi bangsa lain, yakni orang Majus dari Timur. Tuhan bisa saja tampak melalui kehadiran orang lain untuk kebaikan kita. Bagaimana reaksi kita, merasa terancam atau bersyukur atas kehadiran mereka?

REFLEKSI:

Dalam pelbagai cara Tuhan dapat hadir menyapa kita, bersyukurlah!

Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-7, 10-14; Ef. 3:1-12; Mat. 2:1-12

Sumber :https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/06/