IRI HATI

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri

di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

(Yak. 3:16)

Apa yang membuat Kain membunuh Habel? Jawabannya adalah karena persembahan Kain tidak diterima Allah, sedangkan persembahan Habel diindahkan-Nya. Dari situlah timbul iri hati. Hati yang panas membuat darah bergejolak dan akhirnya timbul niat membunuh. Begitu pula yang terjadi dengan Raja Saul. Ia panas hati ketika sambutan rakyat lebih mengagungkan Daud ketimbang dirinya setelah pulang dari medan perang. Sejak saat itulah Saul membenci Daud dan berusaha melenyapkannya.

Alkitab lebih dari cukup memperingatkan kita untuk tidak membiarkan hati kita dikotori oleh iri dan dengki. Bacaan hari ini pun menyinggung tentang itu, “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yak. 3:16). Iri hati bukanlah hikmat yang berasal dari atas. Bukan dari Allah! Sebab hikmat dari atas itu tidak mungkin membuahkan kekacauan. Ia pasti menghasilkan kebaikan, pertama-tama murni: hati yang tulus dan bersih, pendamai, peramah, penurut, belas kasihan dan segala kebajikan.

Mari kita telisik kedalaman hati kita. Bertanyalah, apakah hati kita terusik dan menjadi tidak nyaman ketika kita melihat kepandaian, kebaikan, kelebihan dan keberhasilan orang lain? Ketika kita merasa terganggu, berhati-hatilah sebab itulah pertanda virus iri hati sedang merasuki diri kita. Adalah jauh lebih baik bersyukur atas kelebihan orang lain ketimbang iri hati.

REFLEKSI:

Iri hati terbukti membuahkan konflik dan kekacauan.

Rendah dan tulus hati membuahkan kedamaian.

Mzm. 147:12-20; Ams. 1:1-7; Yak. 3:13-18

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/02/