JANGAN MALU DIANGGAP BODOH

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia,

dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat ….

(1Kor. 1:27)

Pernahkah Anda punya pengalaman dianggap bodoh? Bagaimana perasaan Anda ketika itu? Yang jelas pasti tidak menyenangkan.

Di Korintus, Paulus dipandang bodoh. Ada dua kelompok yang menyebut Paulus bodoh. Kelompok pertama adalah orang-orang Yahudi dan yang lainnya adalah orang-orang Yunani. Mengapa mereka bersikap begitu? Hal ini tidak lepas dari Injil yang diberitakan Paulus. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda sebagai kemahakuasaan Kristus. Bisa saja orang-orang yang menuntut tanda ini sebagian dari mereka hidup dan melihat Yesus sebelum disalibkan. Mereka sudah melihat banyak tanda atau keajaiban yang Yesus lakukan. Tetapi tampaknya bagi mereka, tanda atau mukjizat itu belum cukup. Mesias harus menaklukkan imperium Romawi!

Sedangkan orang Yunani, mereka terbiasa berfilsafat. Tidak salah orang mengasah akal budi. Itu penting! Namun, keliru apabila hikmat manusia dijadikan tolok ukur segala-galanya termasuk dalam menilai karya Allah.

Kepada orang Yahudi, Paulus mengatakan bahwa salib adalah tanda. Tanda Allah yang mengasihi orang-orang berdosa. Untuk orang-orang Yunani, Paulus mengingatkan bahwa Allah bisa melenyapkan hikmat orang bijaksana karena Dialah yang menciptakan hikmat itu. Paulus tidak malu ketika dianggap bodoh, sebab apa yang bodoh itu dipilih Allah untuk mempermalukan mereka yang berhikmat. Jangan malu dianggap bodoh ketika kita memberitakan Kristus yang tersalib.

REFLEKSI:

Malulah ketika kita merasa pintar dan sombong

padahal ada yang jauh lebih berhikmat.

Mzm. 29; Pkh. 1:1-11; 1Kor. 1:18-31

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/10/