KARUNIA TIDAK DAPAT DIBELI

“Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau,

karena engkau menyangka,

bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.”

(Kis. 8:20)

Baptisan tidak menjamin seseorang lahir baru. Ketertarikan kepada Injil tidak serta-merta membuat seseorang bertobat. Ini baru awal, masih memerlukan tempaan dalam ketaatan berjalan bersama Tuhan.

Filipus digerakkan oleh Roh Kudus untuk pergi memberitakan Injil ke Samaria. Di Samaria, orang banyak mendengarkan pemberitaan Filipus yang disertai tanda-tanda. Sejumlah orang yang kerasukan roh jahat dibebaskan, sakit-penyakit dan kelemahan mereka dipulihkan. Menakjubkan!

Pesona Filipus menggetarkan Simon si tukang sihir yang tenar itu. Ia terpana melihat pemberitaan Filipus dengan tanda-tanda yang dahsyat. Bisa jadi nyalinya ciut ketika membandingkan kemampuannya dengan mukjizat pengusiran setan yang dilakukan Filipus. Kini, Simon takluk dan menyatakan percaya pada pemberitaan Filipus. Ia dibaptiskan.

Suatu ketika, Simon melihat perkara yang lebih luar biasa. Roh Kudus bekerja melalui penumpangan tangan para rasul. Dampaknya, Roh Kudus turun kepada orang yang ditumpangi tangan itu. Simon sangat ingin bisa seperti itu. Untuk keinginannya itu, ia menawarkan sejumlah uang agar bisa membeli karunia seperti mereka. Tetapi Petrus menghardiknya. Karunia dari Allah tidak dapat dibeli dengan uang! Tabiat manusia lama Simon masih ada. Apa yang terjadi dengan Simon bisa menghinggapi kita. Manusia lama kita muncul ketika keinginan itu begitu menggoda. Waspadalah!

REFLEKSI:

Jangan mengira bahwa uang dapat membeli segalanya.

Mzm. 36:6-11; Yer. 3:1-5; Kis. 8:18-24

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/17/