PEKA TERHADAP ROH

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah ….

(1Kor. 2:12)

Analogi atau pengandaian adalah cara yang dilakukan orang untuk menjelaskan perkara rumit menjadi sederhana dan mudah dimengerti. Yesus sering menggunakannya dalam perumpamaan. Kali ini, Paulus menggunakan analogi yang ada pada manusia untuk menjelaskan siapa yang dapat memberi tahu rahasia Allah kepada kita.

Dalam diri manusia, kata Paulus, ada perasaan-perasaan yang sangat pribadi sehingga tidak seorang pun dapat mendeteksinya selain roh orang tersebut. Demikian pula dengan Allah. Ada hal-hal yang dalam, intim dan sangat misterius dalam diri-Nya yang hanya diketahui oleh Roh-Nya sendiri. Nah, Roh Allah itulah yang merupakan satu-satunya pribadi yang dapat memimpin kita untuk sampai pada pengetahuan yang mendalam tentang Allah.

Namun demikian, tidak setiap orang mempunyai kepekaan rohani yang sama. Menurut Paulus, ada dua tipe manusia. Pertama, pneumatikoi dari kata dasar Pneuma (Roh). Orang seperti ini sangat peka terhadap Roh dan hidupnya dipimpin oleh Roh. Kedua, psukhikos adalah manusia yang hanya memikirkan kepuasan nafsu dan kepentingan fisik saja. Tentu saja Paulus ingin orang-orang di Korintus mempunyai kepekaan mendalam terhadap “bisikan” Roh Allah agar hidup mereka dipimpin oleh Roh Kebenaran itu. Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang peka terhadap suara Roh Allah dan mau dipimpin oleh-Nya?

REFLEKSI:

Kepekaan rohani itu tidak terjadi dengan sendirinya.

Dibutuhkan disiplin rohani untuk menempanya.

Mzm. 29; Pkh. 3:1-15; 1Kor. 2:11-16

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/12/