PEREMPUAN PENAKLUK

“Jika engkau turut maju aku pun maju,

tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju.”

(Hak. 4:8)

Perempuan nyaris tenggelam dalam superior laki-laki. Perempuan sering tidak mendapat tempat dalam dunia yang banyak dikuasai kaum laki-laki. Mereka dihargai hanya sebatas urusan rumah tangga.

Namun, bacaan Alkitab kali ini sebaliknya. Dua orang perempuan berperan besar dalam kehidupan umat Tuhan. Bayangkan, dua lelaki pemimpin takluk di bawah dua orang perempuan. Lelaki pertama Barak bin Abinoam, seorang pemimpin tentara Israel. Nyalinya ciut ketika harus berhadapan dengan tentara Kanaan pimpinan jenderal Sisera. Barak tunduk kepada Debora, ia yang seharusnya memimpin perang berkata kepada Deborah, “Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju” (Hak. 4:8).

Lelaki kedua adalah Jenderal Sisera. Jumlah tentara dan kelengkapan perangnya luar biasa. Namun, berkat pertolongan Tuhan, mereka kocar-kacir. Sisera meninggalkan kudanya, ia lari dan bertemu dengan Yael. Panglima perang itu akhirnya terbunuh di tangan seorang perempuan.

Jika Anda seorang lelaki hebat, jangan pernah meremehkan seorang perempuan. Jika Anda seorang perempuan, jangan terpasung oleh stigma perempuan itu lemah. Tuhan bisa memakai siapa saja bahkan yang sering dianggap lemah. Kunci dari keberhasilan seseorang bukanlah soal gender, melainkan siapa yang peka dan yakin akan pimpinan tangan Tuhan.

REFLEKSI:

Kehebatan seseorang ditentukan oleh hati yang peka

dan langkah yang mau dipimpin oleh Allah.

Mzm. 106:1-12; Hak. 4:1-16; Ef. 6:10-17

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/14/