PERKATAAN MANIS

… ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara,

aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat

untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.

(1Kor. 2:1)

Apakah Anda pernah takjub dengan seseorang karena perkataannya begitu memukau dan sarat dengan hikmat? Tak disangkal, selain rupa, ucapan manusia dapat memikat seseorang untuk terpesona dan menuruti apa yang dikehendaki dari si pembicara. Banyak cerita tentang tutur kata manis yang akhirnya membuat orang menjadi korban penipuan.

Tidak demikian dengan Paulus. Ia mengatakan, “… ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu” (1Kor. 2:1). Paulus langsung pada pokok utama pemberitaan Injil, yakni tentang salib Kristus. Ia meyakini bahwa perkataannya bukan didasarkan pada hikmat manusia, melainkan dari kekuatan Roh Allah sehingga perkataannya bukan kata-kata kosong dan hal itu membuahkan hasil luar biasa. Terjadi pertobatan banyak orang yang diwujudkan dengan perilaku baru sebagai anak-anak Tuhan.

Tidak seorang pun dapat membantah bukti dari sebuah kehidupan yang telah dibarui. Kelemahan kita saat ini adalah terlalu sering kata-kata kita dipoles indah untuk menarik orang lain menjadi Kristen. Terlalu banyak kesaksian-kesaksian yang bersifat egosentris sehingga kehilangan integritas. Sedangkan hidup kita sendiri tidak menunjukkan karakter Kristus yang mengasihi, mengampuni dan memberikan hidup-Nya untuk keselamatan orang lain.

REFLEKSI:

Perkataan manis yang memukau tidak pernah mengalahkan realita.

Mzm. 29; Pkh. 2:1-11; 1Kor. 2:1-10

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/11/