SAATNYA BELUM TIBA

“Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?

Saat-Ku belum tiba.”

(Yoh. 2:4)

Pesta pernikahan merupakan peristiwa manusia yang indah. Dalam pesta itu orang-orang bertemu, wajah-wajah gembira saling sapa dan bercengkerama. Saatnya reuni keluarga, sahabat, dan kerabat. Pada waktu itu, pesta pernikahan berlangsung kira-kira seminggu. Dalam bahasa Aram, kata “pesta pernikahan” mempunyai akar kata yang sama dengan “minum.” Pesta pernikahan adalah saat orang bersukacita. Dan air anggur mutlak harus ada agar orang dapat bergembira.

Celaka! Dalam pesta kerabat Maria, ibu Yesus itu, air anggur habis. Menyadari kegentingan ini, Maria yang tahu kemampuan anaknya, segera mendatangi-Nya dan berkata, “Mereka kehabisan anggur!” Yesus segera tahu apa dampaknya bagi keluarga yang empunya pesta. Namun jawab-Nya, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?” Ini adalah gaya bahasa Semit yang berarti menolak untuk bertindak. Ia menambahkan, “Saat-Ku belum tiba.” Bisa saja Maria kecewa dan marah karena permintaannya ditolak dan ia dipermalukan di depan orang banyak.

Alih-alih kecewa dan marah, Maria berkata kepada para pelayan, “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah!” Ia percaya penuh pada Yesus. Maria mengenal dengan baik siapa Yesus. Ia sangat peduli pada kebutuhan orang lain, hanya saja waktunya belum tepat. Bisa saja hari ini Anda kecewa karena doa yang belum terkabul. Percayalah, Dia tahu apa yang paling Anda butuhkan. Yesus juga sangat tahu kapan waktu yang terbaik menjawab doa Anda!

REFLEKSI:

Yesus tahu kapan waktu yang terbaik menjawab doa Anda.

Yes. 62:1-5; Mzm. 36:6-11; 1Kor. 12:1-1; Yoh. 2:1-11

Sumber : https://www.ykb-wasiat.org/2019/01/20/