Tahun Baru, Prioritas Baru

Sejak dahulu, saya ingin belajar bermain selo, tetapi tak pernah ada waktu untuk mendaftar kursus. Mungkin lebih tepatnya, saya memang tidak pernah menyediakan waktu untuk itu. Saya pernah berpikir, mungkin baru nanti di surgalah saya akan piawai memainkannya. Untuk saat ini, saya akan mencurahkan waktu saya untuk melakukan apa yang sesuai dengan panggilan Allah dalam pelayanan kepada-Nya.

Hidup ini singkat, dan kita sering merasa terdesak untuk memanfaatkan waktu di atas bumi ini dengan sebaik-baiknya sebelum berlalu. Namun sesungguhnya, apakah artinya “memanfaatkan waktu”?

Kita bisa menikmati berkat Allah sekaligus menjadi berkat bagi sesama.
Ketika Raja Salomo merenungkan tujuan dari hidup ini, ia memberi dua saran. Pertama, kita harus menjalani hidup dengan penuh makna, termasuk menikmati hal-hal baik yang kita dapatkan atas izin Allah, seperti makanan dan minuman (Pkh. 9:7), pakaian dan minyak wangi (ay.8), pernikahan (ay.9), dan segala pemberian baik lainnya dari Allah—mungkin juga termasuk belajar bermain selo!

Saran kedua adalah bekerja dengan rajin (ay.10). Hidup ini penuh dengan kesempatan dan selalu ada pekerjaan yang bisa dilakukan. Kita harus memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan, mencari hikmat-Nya untuk tahu bagaimana memprioritaskan kerja sekaligus bersantai dengan tetap memakai talenta kita untuk melayani Dia.

Hidup adalah anugerah yang indah dari Tuhan. Kita sungguh menghormati Dia dengan menikmati berkat-berkat-Nya setiap hari dan melayani-Nya sepenuh hati.

Bapa, terima kasih atas kehidupan yang Engkau berikan kepadaku. Tolong aku untuk menjalani tahun baru ini bagi-Mu, menikmati berkat-Mu, dan menggenapi tujuan-Mu atas hidupku.
Kita bisa menikmati berkat Allah sekaligus menjadi berkat bagi sesama.

Sumber : https://santapanrohani.org/2019/01/01/tahun-baru-prioritas-baru/