Mengandalkan Tuhan dalam Kekesalan dan Kemarahan

Musa adalah nabi pilihan Allah untuk membebaskan Bangsa Israel dari tanah Mesir. Meski ia seorang yang taat pada kehendak Allah, Musa juga pernah marah dan kesal terhadap bengsa Israel. Seperti dituliskan dalam Bil. 20: 8-11, Tuhan memerintahkan Musa untuk berkata pada bukit batu supaya diberi air. Tetapi bukannya berkata, Musa malah memukul bukit batu itu sebanyak dua kali.

Berdasarkan kejadian tersebut, juga terlihat kekesalan Musa pada Bangsa Israel hingga ia tidak mengandalkan Tuhan, melainkan mengandalkan kemampuannya sendiri. Perkataannya kepada umat Israel sebelum ia memukul bukit batu menunjukkan arogansi, mujizat mengeluarkan air bukan dari Tuhan tapi dirinya sendiri.

Demikian disampaikan oleh Pendeta Keyse Supit dalam ibadah guru dan karyawan sekolah PENABUR komplek Cipinang pada Senin, 4 Februari 2018. Seluruh guru dan karyawan dari TKK 6, SDK 4, SMPK 5 dan SMAK 7 PENABUR mengikuti kegiatan di aula SMAK 7 itu.

Selanjutnya, Pdt. Keyse mengungkapkan bahwa sebagai seorang guru pasti pernah menjadi seperti Musa, kesal dan marah pada peserta didik. Namun, sebagai pengikut Kristus seharusnya kita menjadi saksi Kristus, agen Allah yang mengarahkan siswa pada setiap kehendak Allah. “Untuk itu kita mulai dengan terus mengandalkan Allah dalam setiap tindakan hidup kita,” pesannya. (Lucia Febriarlita)